Minggu, 20 Februari 2011

konflik agama merupakan ancaman bagi NKRI

Konflik Agama Merupakan Ancaman Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI)
BAB 1:Pendahuluan:
maraknya aksi kekerasan atas nama agama di akhir-akhir ini membawa pengaruh bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Kekerasan atas nama agama tidak hanya membuat bangunan kerukunan umat beragama retak, lebih jauh juga dapat mengancam nilai-nilai demokrasi. Konstitusi negara yang menjamin kebebasan dan berkeyakinan, serta prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang merantai kemajemukan dan pluralisme Indonesia, tidak lagi menjadi tembok yang kukuh. 
Aksi kekerasan tersebut merupakan persoalan yang fundamental bagi kehidupan bangsa. Dengan beragam latar belakang elemen pembentuk bangsa, seharusnya  Pancasila dan hukum positif dijadikan pengayom perbedaan. Nilai-nilai luhur, seperti solidaritas sosial dan toleransi antar sesama yang terkandung di dalamnya, luntur. Sebagai gantinya, benih-benih fundamentalisme dan radikalisme agama kian tumbuh
BAB 2:Pembahasan:
Kasus ahmadiyah akhir-akhir ini sudah menjadi bola panas bagi pemerintahan SBY yang membutuhkan keseriusan dalam penyelesaiannya, surat SKB 3 mentri, dianggap tidak bisa memecahkan inti permasalahan ahmadiyah, Beberapa tokoh Islam memberikan beberapa solusi, diantaranya menjadikan Ahmadiayah sebagai agama diluar Islam. Solusi tersebut justru menambah permasalahan lebih besar lagi. Walaupun dianggap agama diluar Islam, namun mereka tetap akan menggunakan atribut-atribut Islam yang kembali akan menyinggung perasaan umat Islam. Dan ini tidak akan menyelsaikan permasalahan.
Kasus ini mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pemimpin kita, mereka menyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah tergolong ajaran sesat, karena ajaran tersebut tidak mengakui bahwa nabi Muhammad SAW bukan nabi terakhir, melainkan mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi mereka, yang berasa dari India. Aliran Ahmadiyah al-Qadiyan didirikan oleh Mirza Ghulam pada tanggal 23 Maret 1889 M di sebuah kota yang bernama Ludhiana di Punjab, India. Dia adalah seorang penulis buku yang produktif, dia dilahirkan pada 15 Februari 1935 M di Qadian, Nejed, India.
Ajaran Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1935 M, dah telah telah tesebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, dan telah mempunyai banyak cabang seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dll.
Pusat ajaran ini berada di Parung, Bogor, Jawa Barat, dengan gedung yang sangat megah dan di lengkapi dengan perlengkapan yang canggih.
Menurut penganut ajaran ini, jumlah nabi yang wajib mereka imani adalah 26 nabi, sedangkan menurut ajaran islam nabi yang wajib di imani adalah 25 nabi, setelah nabi Muhammad tidak ada lagi nabi.
Kitab suci mereka bukan Al qur’an melainkan adalah “Tadzkirah” yang mereka percaya sebagai kitab mereka. Kitab tersebut di buat oleh Mirza Ghulam Ahmad. Mereka juga menyakini wahyu di turunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.
Kemudian terkait konflik Ahmadiyah, saat mereka ditentang Ormas/ umat Islam, sebagian besar pihak berteriak membela Ahmadiyah dengan alasan hak azasi dan kebebasan berkeyakinan, bahkan Ormas Islam dianggap salah. Sementara dilain pihak orang-orang ini lupa mengenai hak azasi umat Islam untuk membela keyakinan mereka yang sudah jelas sebagai agama resmi di Indonesia. Bukankah umat Islam juga punya hak yang harus dilindungi untuk membela keyakinan mereka yang dinodai dan dinistai?.
Bila keberadaan Ahmadiyah akan terus menuai konflik yang tiada henti, untuk apa Pemerintah tetap mempertahankan keberadaan aliran Ahmadiyah di Indonesia. Pemerintah punya hak penuh untuk membubarkan Organisasi Ahmadiyah karena memang akan terus bertentangan dengan umat Islam yang akan berpengaruh buruk bagi suasana bernegara di Indonesia
Dengan demikian, solusi yang lebih tepat yaitu, Pemerintah harus berani mengambil keputusan dengan segala resikonya untuk membubarkan Organisasi Ahamadiyah (bukan membubarkan keyakinan Ahmadiyah). Keputusan tersebut memang pahit, tapi akan menjadi manis dikemudian hari. Jika dilema ini menggantung, pemerintah akan menghadapi resiko yang lebih besar sepajang masa.
BAB 3:Penutup:
Menurut Saya, kasus kekerasan dengan mengatasnamakan Agama dapat menggoyahkan keberadaan NKRI.dalam UUD 45 telah menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia dibangun atas dasar kebhinekaan. "Maka jika hal itu dilanggar sama saja dengan melakukan tindakan yang merapuhkan keberadaan NKRI itu sendiri. Karena itu Pemerintah dituntut untuk dapat mengaplikasikan dalam bentuk peraturan pelaksanaanya yang memperlakukan dengan adil pada semua pihak
semua pelaku tindakan yang dapat mengganggu kebhinekaan maka harus ditindak dengan tegas. Jika tidak ditindak tegas, maka dapat membuka peluang bagi yang lain untuk melakukan hal yang sama dan dapat mengancan NKRI.

NAMA  : JAENUDIN
KELAS : 1ID04
NPM     : 33410698
Sumber :
riolis.wordpress.com/2008
http;//detik.com

Jumat, 18 Februari 2011

perbedaan ekonomi makro dan mikro

Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro:
PENGERTIAN EKONOMI :
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).

Selama ini kita mengenal ekonomi sebagai ilmu yang hadir untuk memecahkan realitas kelangkaan. namun apakah kalian tau, bahwa pengkajian ilmu ekonomi dilakukan dalam dua tingkatan? Kajian pertama meliputi interaksi rumah tangga dan perusahaan di pasar untuk barang dan jasa tertentu. Dan kajian kedua meliputi operasi perekonomian secara menyeluruh yang merupakan kumpulan dari semua pengambil keputusan di semua pasar.

Dari kedua kajian itulah, kemudian lahir teori ekonomi. Secara sederhana, teori ekonomi merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan mekanisme dari kegiatan ekonomi. Teori ekonomi dibagi menjadi duan yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro.Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.

1. Ekonomi Makro
Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
  • Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
  • Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
  • Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.

2. Ekonomi Mikro
Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Kajian ekonomi mikro antara lain: bagaimana harga suatu barang terbentuk? Bagaimana menetukan harga tanah, harga tenaga kerja(upah)?,bagaimana menentukan harga modal(bunga)? Bagaimana produksi mencapai tingkat paling efisien? bagaimana perusahaan memperoleh laba maksimum? Bagai mana konsumen memperoleh kepuasan maksimum? .
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
Adapun Perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro sebagai berikut:
Dilihat dari
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro
Harga
Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja)
Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis
Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan
Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.

Tujuan analisis
Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan
Contohnya
permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan
 pendapatan nasional, pertumbu8han ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Grafik dari kurva penawaran(s) dan permintaan
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/eb/Supply-demand-right-shift-demand.svg/240px-Supply-demand-right-shift-demand.svg.png
Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).
Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi
  1. Masalah kemiskinan
Upaua penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara, misalnya program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), GN-OTA dan program wajib belajar.
  1. Masalah Keterbelangkangan
Masalah yang dihadapi adalah rerndahnya tingkat pendapatan dan pemerataannya, rendahnya pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya fasilitas umum, rendahnya tingkat disiplin masyarakat, renddahnya tingkat keterampilan, rendahnya tingkat pendidikan formal, kurangnya modal, produktivitas kerja, lemahnya manajemen usaha. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, pertukranan ahli, transper teknologi dari Negara maju.
  1. Masalah pengangguran dan kesempatan kerja
Masalah pengangguran timbul karena terjadinya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memeiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan kerja
  1. Masalah kekurangan modal
Kekurangan modal adalah suatu cirri penting setiap Negara yang memulai proses pembangunan. Kekurangan modal disebabkan tingkat pendapatan masyarakat yang rendah yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal sedikit. Cara mengatasinya memlaui peningkatan kualitas SDM atau peningkatan investasi menjadi lebih produktif.

Peran dan Fungsi Pemerintah di Bidang Ekonomi                               
  1. Fungsi stabilisasi, yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan dan keamanan.
  2. Fungsi alokasi, yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.
  3. Fungsi distribusi, yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.


Sumber:
Billas, Richard. 1992. Teori Ekonomi Mikro Edisi II. Jakarta: Erlangga.
           


Kamis, 17 Februari 2011

sejarah perkembangan ilmu ekonomi

Kata pengantar
pendahuluan
PENGERTIAN EKONOMI
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak-seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, ο?κος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi – seperti yang telah disebutkan di atas – adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

SEJARAH TEORI EKONOMI
Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang.
Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan antara yang bersifat “natural” atau “unnatural”. Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan un-natural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain, yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dari transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai “unnatural” dan bahkan tidak bermoral.

Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith, juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja : pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit.



Rabu, 05 Januari 2011

motivasi "cara saya mencapi sukses"

Judul : Strategi sukses orang-orang indonesia
Pengarang         : Johanes  Lim, PhD,CPC
Penerbit             : Gramedia
Nama                : Dr.Kahar  Tjandra
Jabatan              : Pimpinan Utama
Perusahaan        : Mahakam Group
Jenis usaha        : Group of Companies

v Cara saya mencapai sukses
Saya gemar mengobservasi segala sesuatu dan meniru orang yang telah sukses.dulu saya tidak tahu apa perbedaan antara sales dan marketing, atau finance dan acounting. namun saya berpikir, kalau semua perusahaan mempunyai bagian-bagian seperti itu, sudah tentu hal itu penting maka saya perlu mencari tahu mengapa.
            Jika ada orang yang mengatakan saya bodoh,saya diam saja. Saya akan buktikan bahwa saya tidak bodoh.demikian juga jika ada orang yang mengatakan saya salah,saya diam saja, dan akan saya buktikan bahwa saya tidak salah.bila terbukti bahwa saya tidak bodoh atau tidak bersalah maka lunaslah utang saya dan puaslah saya.
            Nah dalam bisnis,saya berusaha menjadi yang nomor satu, inovatif, dan ekslusif.saat mendirikan bisnis,tujuan utama saya bukanlah mencari uang, melainkan untuk menjadi yang terbaik, yang eksklutif dan inovatif.dengan prinsip seperti itu, maka uang datang mencari saya,dan bukan saya yang mencari uang. Kalau uang datang,tentu saja saya terima dengan senang, tapi motivasi utama saya bukanlah mencari uang, “I don’t care about money!”,yang saya butuhkan bukan uangnya,tapi kepuasannya.
1.      Faktor sukses yang menurut saya vital
Orang harus mampu membuat segala sesuatu menjadi sederhana dan praktis untuk diterapkan , tidak bertele-tele. kalau bisa mudah kenapa di buat susah, kalau bisa cepat kenapa di buat lambat. Jadi, keep it simple, adalah salah satu faktor sukses.
Hal ke dua adalah logis.kita harus mampu berfikir logis, berdasarkan akal sehat dan ilmiah,serta dapat menyampaikan pemikiran kita secara sistematis dan meyakinkan. Saya paling tidak suka dengan orang yang berbicara atau datang kepada saya dengan pendapat yang tidak terstruktur dan mentah, apalagi kepada orang yang suka berdebat kusir atau bermulut besar.mereka bicara asal bunyi dan emosional.
Kalau saya memilih karyawan, apalagi calon pimpinan, maka saya menggunakan 8 kriteria yang saya namakan 8 sifat unggul, yakni: disiplin, dedikasi, kejujuran, kejelian, inovatif, inisiatif, tegas, teliti unggul, ulet.jika seseorang mempunyai 8 sifat diatas rata-rata apalagi bila jauh diatas rata-rata, maka saya yakin orang itu akan cepat sukses, baik sebagai karyawan maupun pengusaha.
2.      Korelasi antara agama dan sukses
Saya tidak tahu. Banyak orang yang beragama mohon kepada tuhan agar doanya dikabulkan, walaupun kenyataannya sering tidak terkabul. Saya tidak pernah minta-minta, tapi banyak hal yang saya inginkan tercapai. Filosofi saya adalah Tuhan Maha Besar, dia tahu apa saya inginkan, bila apa yang saya inginkan tidak tercapai maka tentu masih ada yang perlu saya perbaiki dan jangan sekali-kali menyesali, melainkan kita perlu bersyukur kepada Tuhan yang membimbing dan melindungi kita.

3.      Korelasi antara nasib baik dan sukses
Saya tidak tahu. Saya terlahir dan dibesarkan dari keluarga kaya tetapi dalam kehidupan sehari-hari kami hidup sebagai orang yang tidak mampu.
Masa muda saya sulit, sambil sekolah menjadi petani dikota keci.bisa saja nasib baik menggiring saya kearah sukses.namun tetapi, kerja keras sayalah yang memungkinkan semua itu terjadi.
Banyak hal yang saya inginkan terjadi, namun tidak terjadi. Pada mulanya saya kecewa, namun dengan berjalannya waktu, say melihat bahwa dengan tidak tercapainya keinginan saya itu diwaktu lampau ternyata membawa kebaikan dimasa sekarang.andaikan hal itu terjadi sesuai keinginan saya, mungkin hasilnya menjadi kurang baik dimasa sekarang.

4.      Korelasi antara pendidikan dan sukses
Keberhasilan ditentukan oleh orangnya buka pendidikan. Sifat oranglah yang memungkinkan dia menjadi sukses atau gagal, pendidikan hanya membantu. Saya lebih sedikit membaca buku, saya lebih banyak belajar dari melihat dan mendengar.
            Coba perhatika  berapa banyak pengusaha sukses dinegara kita yang berpendidikan tinggi? Coba lihat pula, berapa banyak orang yang berpendidikan tinggi hanya menjadi karyawan bias, dan bahkan ada yang menjadi penganggur?
            Bagi saya, yang terpenting dari kehidupan seseorang itu adalah pada sifat atau karakternya, setelah itu baru pendidikannya.
            Pendidikan itu mudah. Punya uang, seseorang bisa memperoleh pendidikan yang baik. Namun mempunayai karekter yang positif itu susa, apalagi merubah orang yang karakternya buruk, lebih susah lagi.

5.      Korelasi antara pergaulan dan sukses
Pergaulan dan menjalin networking sangat penting terhadap kesuksesan. Coba bayangkan,apa jadinya hidup saya jika tidak mempunyai teman dan kenalan, dari mana saya dapat mendapatkan peluang bisnis?itu karna adanya networking.
Namun didalam bergaul, kita tidak boleh beritikad merugika teman kita, atau bergaul hanya untuk mencari untung,melainkan harus juga menjadi manfaat bagi teman pergaulan kita.

6.      Kolerasi antara keluarga dan sukses
Semua saling mendukung, namun berusaha sendiri-sendiri. Istri dan anak-anak saya semuanya mengelola bisnis sendiri-sendiri. Semua bisnis baru saya serahkan kepada anak-anak, namun mereka harus merintisnya sendiri. Saya hanya membantu modal awal yang kemudian mereka bayar kembali. Selanjutnya saya tantang mereka,”coba buktikan kepada saya kalia bisa sukses!?” dan ternyata mereka bisa.

Tugas sofskill (ilmu budaya dasar)
Opini Saya:
            Dari kisah sukses Dr.Kahar Tjandra diatas saya merasa termotivasi dengan perjuangan dan kerja keras beliau,.mulai sekarang saya akan berusaha untuk bekerja keras, tidak bertele-tele dan kalu bisa mudah kenapa dibuat susah, kalu bisa cepat kenapa dibuat lambat. mumpung saya masih muda dan masih menjalani study di bidang industri saya akan mencoba berusaha untuk mendalami bidang saya dan dapat memenuhi 8 kriteria yang di sebutka oleh beliau sebagai 8 sifat unggul.. menurut beliau motivasi awal dalam berbisnis bukanlah mencari uang melainkan kepuasnya”I don’t care about money”and keep it simple”.




Rabu, 08 Desember 2010

STRATIFIKASI SOSIAL


KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah S.W.T yang telah memberi rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas softskill ini akhirnya bisa diselesaikan.
Tugas softskill dengan judul “stratifikasi sosial” ini disesuaikan dengan tujuannya untuk menunjang perkuliahan dalam mata kuliah IBD(ilmu budaya dasar) serta memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen  kepada saya.
            Materi diskusi sudah diurutkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, sehingga Mahasiswa insya Allah dapat dengan mudah memahami.
            Penulis menyadari bahwa masih banyak ketidaksempurnaan pada penulisan tugas sofftskil ini, baik isi maupun redaksinya, oleh karenanya kritik dan saran yang membangun diharapkan dapat memperbaiki tugas  ini untuk selanjutnya.
            Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung ataupun tidak terhadap terselesaikannya tugas sofftskil ini.
            Akhir kata, insya Allah tugas softskil ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membutuhkannya.
Bekasi,  08 desember  2010
                                                                                                     Hormat saya






STRATIFIKASI SOSIAL
latar belakang dan pendahuluan:
1.Pengertian stratifikasi sosial
            dilihat dari segi pelapisan sosial atau stratifikasi sosila adalah pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat)
Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.
Pelapisan sosial di bagi menjadi beberapa kelas:
v  Kelas atas (upper class )
v  Kelas bawah (lower class )
v  Kelas menengah (middle class)
v  Kelas menengah ke bawah (lower middle class)

Dasar pelapisan pembentukan sosial di tentuakan/di lihat dari:


 1.      Ukuran kekayaan
Kekayaan  (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak maka ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.







2.      Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan dapat dilihat dari kekayaan atau kekuasaan, orang-orang yang
Di segani atau di hormati akan menempati lapisan atas dari system stratifikasi social.
Ukuran kehormatan ini biasanya sangat terasa pada masyarakat traditional. Biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya terhadap masyarakat.
3.      Ukuran pendidikan


Ukuran ilmu pengetahuaan sangat di pakai oleh masyarakat yang menghargai
ilmu pengetahuan.apabila seseorang yang paling menguasai ilmu pengethuan yang paling tinggi akan menempati lapisan tinggi dalam system pelapisan masyarakat.penetahuan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik(kesejarnaan).namun sering timbul akibat-akibat negatife dari kondisi ini jika gelar-gelar yang di sandang tersebut lebih bernilai tinggi dari pada ilmu yang di kuasainya.sehingga banyak orang yang dengan cara-cara tidak benar untuk mendapatkan gelar keserjanaan,misalnya dengan membeli skripsi,menyuap,ijazah palsu dll.
2.Terjadinya  pelapisan sosial
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:
A.Terjadi dengan Sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
B.Terjadi dengan Sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
  1. Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
  2. Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).
(http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial; pdf diktat isd)

3. Pasal-pasal di dalam UUD 45 tentang persamaan hak
1. Pasal 27
  • ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
  • ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran
(UUD 1945 Amandemen)
4. Empat pokok hak asasi dalam empat  pasal yang tercantum pada UUD 45
  1. Hak menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan
  2. Hak kebebasan memeluk agama
  3. Hak memiliki kehidupan yang layak
  4. Hak kebebasan berpendapat
(UUD 1945 Amandemen)
( pdf diktat isd )


kesimpulan:
            Jadi stratifikasi sosial ini, untuk menunjukan pembedaan penggolongan pada lapisan masyarakat, yang mana seseorang itu berada pada lapisan atas, menengah dan menengah ke bawah.
Untuk mengetahui bahwa seseoarang berada pada lapisan atas, menengah dan bawah dapat kita lihat dari segi: kekayaan, kehormatan dan pendidikan.
secara objektiv seorang individu dapat menggolongkan dirinya merasa pada lapisan atas karena seseorang mempunyai sesuatu yang banyak, entah itu kekuasaan,kehormaan,ilmu pengetahuan,benda-benda yang bernilai ekonomis dan lain-lain.atau sebaliknya sesorang merasa pada lapisan bawah karena dia merasa tidak memiliki apa-apa.
Denga adanya stratifikasi terkadang bisa menimbulkan permasalan yang tidak sesuai dengan hak yang terkandung dalam UUD 45 bahwa semua warga Indonesia memiliki hak yang sama, yakni kehidupan yang sama. Contoh sederhana semua warga Negara berhak mendapatkan fasilitas/pelayanan kesehatan, tapi tidak dengan kalangan bawah(orang miskin) terkadang orang kaya lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan tapi sebaliknya dengan orang miskin mereka malah di persulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bahkan banyak warga miskin yang tidak mendapatkanya.

Sabtu, 13 November 2010

mengapa warga yang berada di lereng merapi enggan mengungsi??

pendahuluan:
mengapa warga yang berada di lereng gunung merapi enggan menggunsi??
bisa dikatakan bahwa hampir semua warga yang berada di bukit merapi enggan mengngsi di karnakan mereka masih banyak yang memikirkan harta benda mereka seperti yang kita ketahui yang banyak di beritakan lewat media elektronik maupun surat kabar bahwa warga merapi yang berada di lereng merapi,mereka juga masih kental dengan yang namanya mistis.
mereka masih mempercayai bahwa mbah.marijan adalah sebagai juru kunci dari gunung merapi, warga gunung merapi pun sudah menganggap bahwa ini adalah fenomena yang biasa mengingat bahwa gunung nerapi sudah lama di kabarkan bahwa merapi akan meletus.

latar belakang:
dari fakta yang muncul di lapangan menurut para relawan bahwa warga dusun merapi enggan mengungsi di karnakan mereka tidak inggin meninggalkan rumah,ladang,dan peternakan yang merupaknan sumber dari mata pencaharian mereka dan warga merapipun tidak percaya kepada pemerintah di karnakan pada tahun 2006 pun sudah ada kabar bahwa merapi akan meletus tapi kenyataanya tidak padahal mereka sudah mengungsi.
waloupun para relawan sudah mencoba untuk membujuk warga untuk segera mengungsi di karnakan merapi sudah dalam keadaan awas namun para warga masih tetap enggan akan mengungsi,para relawan pun tidak bisa memaksa mereka akibatnya pada tanggal 26 oktober 2010 gunung merapi meletus dan mengakibatkan tiga puluh orang meninggal dunia dan sebagian mungkin masih banyak yang belum di temukan.

inti dari permasalahan:
jadi bisa di katakan bahwa warga yang berada di lereng gunung merapi enggan mengungsi di karnakan mereka tidak begitu saja meninggalkan mata pencaharian yang sangat penting bagi mereka untuk tinggal di pengungsian.


nama:jaenudin
npm :33410698
kelas: 1id04 kalimalang
mat.kuliah softskill:ilmu budaya dasar